Cinta di Balik Teguran: Klarifikasi Petugas RSU Alkhatiri Soal Pembesuk yang Main TikTok di Ruang Pasien
Namun, kisah di balik sebuah teguran di RSU Alkhatiri baru-baru ini menyulut percakapan di media sosial dan membuka tabir tentang pentingnya menjaga etika saat membesuk. Beberapa hari lalu, seorang pembesuk membuat unggahan di media sosial yang menyiratkan ketidaknyamanan karena ditegur saat menjenguk keluarga yang sedang dirawat. Ia menyebut telah diusir saat baru sebentar masuk ruang perawatan.
Unggahan itu pun memicu simpati dan respon dari warganet. Namun, dari balik kisah itu, muncul suara lain yang tak kalah penting: suara dari petugas rumah sakit yang hadir di tempat kejadian. Seorang ibu petugasβyang dikenal ramah dan bersahajaβakhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi.
"Wanita cantik yang menegur mereka itu saya," ungkap sang petugas. Ia menjelaskan bahwa para pembesuk datang bukan di jam besuk, melainkan masih di jam kantor. Mereka datang bergerombol, tidak hanya melampaui batas maksimal dua orang per pasien, tetapi juga membuat keributan dan bahkan merekam video TikTok di dalam ruang perawatan, di mana terdapat pasien yang tengah kesulitan bernapas.
"Kami tidak asal menegur," jelasnya. "Pasien yang mereka kunjungi saat itu dalam kondisi sesak napas. Ruangan rawat inap bedah sudah jelas dipasangi pengumuman tentang aturan jumlah pengunjung.
Tapi mereka mengabaikannya, bahkan duduk lama dan membuat kegaduhan di depan ruang perawat.β Ia menambahkan, kondisi seperti inilah yang menyebabkan banyak pasien tidak pulang dalam kondisi membaik. βBagaimana bisa pasien istirahat, jika malam-malam pun masih ada keluarga yang mengajak mereka berbicara sampai pukul 11 atau 12 malam? Kami ingin pasien pulang sehat, tapi sering kali terganggu oleh pembesuk yang tidak tertib.β Teguran yang disampaikan petugas, menurutnya, bukanlah tanpa dasar. Bukan pula sekadar formalitas. Itu adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab, karena rumah sakit bukan tempat rekreasi.
Bahkan jika datang dengan niat baik, tetap ada aturan yang harus dihormati demi kenyamanan bersama. βKami bukan robot. Kami pun manusia.
Kami tidak ingin membentak. Tapi jika suasana sudah tidak kondusif, kami harus tegas,β katanya dengan nada lirih. Ia juga menyayangkan jika klarifikasi dari pihaknya dianggap sebagai pembelaan sepihak.
βSaya memilih diam karena apa yang saya lakukan sudah benar dan sesuai aturan. Tapi kini, saya merasa perlu menyampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut.β Harapan dari Balik Teguran Kisah ini sejatinya bukan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi tentang pentingnya saling menghormati di ruang yang semestinya menjadi tempat pemulihan, bukan sumber gangguan. Rumah sakit adalah tempat orang berharap sembuh.
Maka setiap tindakan kita, sekecil apa pun, bisa berdampak besar bagi proses itu. Kepada seluruh masyarakat, mari kita saling mengingatkan: datanglah membesuk di waktu yang tepat, dengan jumlah yang sesuai, dan dengan sikap yang menenangkan. Tinggalkan dulu urusan konten media sosial, apalagi jika sampai membuat TikTok di dekat pasien yang sedang berjuang untuk hidup.
Karena sesungguhnya, kunjungan terbaik adalah kunjungan yang membawa doa, bukan gangguan. [Nar'Mar] ---
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
PKB Maluku Gelar Muskerwil
Dinsos Ambon Evaluasi Kinerja 2025, Wali Kota Soroti Akurasi Data Kemiskinan dan Digitalisasi Bansos
Kapal Basarnas Evakuasi 3 Nelayan Desa Hatu yang Alami Lakalaut
Swab Test ASN, Sekda Maluku Minta Pimpinan OPD Jadi Penggerak
Dibalik Keterlambatan Laporan ke Polisi: Alasan Ridwan Kamil Tentang Lisa Mariana Revealed