Ditargetkan PAD Rp212 Juta, Distan Maluku Hanya Hasilkan Rp35 Juta
“Untuk PAD Dinas Pertanian sudah termasuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), kita ditargetkan Rp 212.500.000. Dari total jumlah ini Dinas Pertanian mendapatkan target Rp 35 juta. Memang kecil, karena satu-satunya sumber pendapatan yang kita tarik itu dari retribusi sertifikasi untuk jenis tanaman perkebunan,” kata Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Maluku, Ilham Tauda, dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi II, Irawadi.
Ilham Tauda menjelaskan, dari satu anakan tanaman perkebunan, Distan Maluku hanya menarik biaya retribusi sebesar Rp100. “Artinya, untuk mendapatkan Rp35 juta itu kita harus mensertifikasi kurang lebih 350 ribu anakan,” jelasnya. Dikatakan, selama ini Distan Maluku juga mensertifikasi tanaman-tanaman masyarakat yang diperoleh lewat bantuan pemerintah, di antaranya melalui Dana Desa (DD).
“Melalui proyek itu, mereka meminta dari Dinas Pertanian untuk melakukan sertifikasi. Jadi jumlah retribusinya sangat sedikit, sangat kecil. Kecuali kita naikan.
Tapi itu kita harus mengubah perda. Mungkin kita naikan dari Rp100 menjadi Rp500 atau seperti apa, tentunya dengan tidak membebani masyarakat kita,” ungkap Tauda. Ketika ditanya oleh Irawadi terkait adanya pos-pos atau sumber-sumber baru yang berpotensi menaikan PAD, dijawab oleh Ilham Tauda bahwa pihaknya belum memikirkan hal itu, lantaran dibatasi oleh regulasi.
“Untuk sementara dari kami sendiri masih belum memikirkan terutama untuk sumber-sumber yang baru, karena kami terkunci dengan regulasi, khususnya untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan yang disesuaikan dengan kewenangan yang kami miliki,” terangnya. Dia menambahkan, kewenangan yang diberikan kepada Distan Maluku hanya menarik retribusi, khususnya dari tanaman pangan dan perkebunan. Hal itu lantas didelegasikan kepada pihak UPTD.
“Dan di dalam struktur organisasi, direncanakan pada 2025 juga akan kita delegasikan ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB),” imbuhnya. Rapat Komisi II DPRD Provinsi Maluku dengan mitra dipimpin Irawadi, didampingi para wakil ketua, masing-masing Nita Bin Umar dan Jhon Laipeny. Para anggota yang hadir antara lain Andreas Taborat, Al-Hidayat Wadjo dan Ridwan Nurdin.
Sementara pihak mitra yang hadir antara lain Kadis Pertanian Ilham Tauda, Kadis ESDM Abdul Haris, Kadis Kehutanan Haikal Baadilla, Kadis Kelautan dan Perikanan Erawan Asikin, Kadis Lingkup Hidup Roy Siauta dan Kadis Ketahanan Pangan Faradilla Attamimi. Mereka hadir bersama sekretaris dinas dan para staf. Rapat tersebut beragendakan pembahasan capaian realisasi program/kegiatan dan anggaran OPD mitra Komisi II tahun 2024.
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Ketika Regulasi Tertidur di Jalan Suli: Komisi I DPRD Maluku Dinilai Lunak Terhadap Rindam
10 months ago
Antara Hukum dan Keselamatan: Komisi I DPRD Maluku Bahas Polemik Polisi Tidur di Suli”
10 months ago
Watubun ajak masyarakat dukung Program Presiden Prabowo
1 year ago
DPRD GMNI Maluku Gelar Konferda Ke-IV , Tegaskan Komitmen Kawal Program Pemda
1 year agoRekomendasi Untuk Anda
Dari Tual Menuju Lingerhat, Lansia 70 Tahun Dievakuasi Tim SAR Gabungan Karena Mati Mesin
Bodewin Wattimena dan Elly toisutta resmi dilantik sebagai walikota dan wakil walikota Ambon.
Gubernur Maluku Ikuti Aksi Nasional Pencegahan Korupsi secara Virtual
MTs Riyadi Apresiasi Kebijakan Pemkot Soal Penggunaan Ponsel di Sekolah
TNI-AL Saumlaki, Berbagi Berkah Di Hari Yang Penuh Berkah.