Dugaan SK Fiktif Warnai Rekrutmen PPPK di Buru Selatan
Sementara ada oknum-oknum yang justru mengeluarkan SK honor untuk mereka yang sebenarnya tidak pernah jadi honorer,β ungkap warga tersebut dengan nada kecewa. Kabar ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, aturan resmi menyebutkan bahwa prioritas penerimaan PPPK diberikan kepada tenaga honorer yang sudah lama mengabdi di sekolah atau instansi pemerintah, sebagaimana tertuang dalam PermenPAN-RB Nomor 20 Tahun 2022 tentang pengadaan PPPK untuk jabatan fungsional guru.
Dalam aturan tersebut, jelas disebutkan bahwa honorer yang telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan memiliki pengalaman mengajar, menjadi prioritas utama untuk diangkat melalui skema PPPK. Namun, informasi yang beredar di Namrole ini justru menggambarkan adanya dugaan manipulasi data dan penerbitan SK fiktif untuk meloloskan pihak-pihak tertentu. Fenomena ini juga bukan hal baru.
Sejumlah daerah di Indonesia sebelumnya pernah dilaporkan mengalami persoalan serupa, di mana tenaga non-honorer tiba-tiba bisa masuk dalam daftar penerima PPPK. Kondisi ini menimbulkan kecemburuan sosial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap transparansi sistem rekrutmen aparatur sipil negara. Masyarakat Buru Selatan pun berharap agar pemerintah daerah dan instansi terkait, terutama BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia), segera turun tangan menelusuri kebenaran informasi ini.
Jika terbukti ada praktik penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan SK honor, maka aparat penegak hukum diharapkan ikut mengusut demi menciptakan keadilan bagi para honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi. βBiar pemerintah ini bersih. Jangan sampai orang yang sudah lama mengabdi terabaikan, sementara yang tidak pernah honor justru diuntungkan,β tambah warga tersebut.
Isu ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buru Selatan, terutama di media sosial. Publik menanti langkah tegas pemerintah agar polemik PPPK tidak berujung pada kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap sistem birokrasi. [Nar'Mar] .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Petrus Fatlolon Penuhi Panggilan Penyidik, Selesai Diperiksa Bakal Pakai Rompi Orange?
SMA Negeri13 Ambon sukses Gelar Ujian Sekolah Berbasis Online dengan Aplikasi Garuda Pro
Kepala DKP Bursel Bantah Masyarakat Tolak Aspirasi DPRD
Pemkot Ambon Apresiasi Festival Pelajar Nusantara