PRAGMATISME POLITIK
PRAGMATISME POLITIK
Oleh : Yop Hansens Talutu, S. H
"Berbicara tentang pragmatisme politik, bukanlah suatu hal yang baru dalam pandangan masyarakat umum, baik itu kalangan elitis, menengah sampai ke kalangan bawah".
Masyarakat menengah ke bawah pun sudah sangat paham dan mengerti bahkan merasakan langsung danΒ melihat serta sangat memahami situasi seperti itu, sehingga terciptanya berbagai opini publik terhadap sistem kepemimpinan, bahkan berbagai tindakan yang dilakukan melalui berbagai caraΒ dalam bentuk demonstrasi namun terkadang tidak mampu untuk menjawab keinginan publik, bahkan tidak mampu untuk merubah polarisasi kepemimpinan yang otokratis. Advokat muda asal Desa Adodo Fordata kecamatan Fordata itu dalam ulasannya bahwa dinamika Pragmatisme membawa efek yang tidak baik dalam sistem kepemimpinan, seharusnya sistem kepemimpinan yang mulia dan baik bertolak pada ideologi bangsa. Dalam mewujudkan suatu sistem pemerintahan yang jujur, adil, makmur dan beradab ketika kita mengacu pada pandangan politik "Demokrasi PANCASILA". Terkadang paradigma berpikir mempengaruhi tindakan. Sejatinya antara umum dan kelompok harus seimbang, sehingga kualitas kepemimpinan tercapai dengan baik dan aman. Dalam hal, kepentingan umum tidak diindahkan maka akan mengakibatkan cara memandang sesuatu dan efeknya adalah salah dalam berperilaku dan berinteraksi. Ulas politisi muda asal partai berlambang moncong putih itu. Ketika Pragmatisme sudah tidak lagi diharamkan, lalu kemudian digunakan sebagai salah satu dasar dalam sistem kepemimpinan serta menjadikan politik sebagai sarana meraih keuntungan sepihak dan kepentingan derivatif yang sistematis tanpa memperdulikan kedudukan, posisi dan kesejahteraan dari pihak lainnya, maka sudah pasti secara alami telah merusak ciri dan khas hidup berbangsa dan bernegara. Menelusuri apa itu pragmatis bagi seorang pemimpin, mantan komisioner KPUD KKT itu melihat seorang Pemimpin sejati adalah orang yang perilakunya berasal dari niat baik dan rasa kepatutan yang akut yang pengendalian diri sama dengan semua keadaan darurat. Siapa yang menjadikan orang miskin sadar akan kemiskinannya, orang yang tidak jelas dari ketidakjelasannya menjadi jelas atau siapapun yang inferioritasnya berubah menjadi baik adalah seorang pemimpin yang untuknya kehormatan itu sakral dan kebajikan itu aman. Dinamika Politik yang santun dan bermartabat ketika kepentingan umum lebih diutamakan ketimbang kepentingan individu dan golongan atau kelompok tertentu, maka realita yang terjadi, nilai-nilai tentang etika demokrasi terwujud dengan baik. *Terwujudnya kehidupan yang aman, damai dan sejahtera ketika dalam tatanan kepemimpinan lebih mengutamakan Sistem Kepemimpinan yang Demokratis (terbuka dan transparan) serta mengharamkan Pragmatisme Politik. #YT.π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
PMII Bursel Soroti Dugaan Pelanggaran Lingkungan Proyek RSUD Salim Alkatiri, Pemda Diminta Berani Bertindak
3 weeks ago
Irjen Kementerian Pertanian Tinjau Progres Program Cetak Sawah di Maluku, Dorong βPercepatan Tanam Musim Kedua Tahun 2026
3 weeks ago
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Dimulai dari BurseL, Bupati La Hamidi Ajak Warga Rawat Alam
1 month ago
Demokrat BurseL Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Tanam Pohon Kasuari di Pantai Waefusi
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Pegawai Kantor Camat Tanut Mengeluh Gaji Tak Kunjung Dapat
Ketua SP the Natsepa Hotel di-PHK, Disnaker Dinilai Tak βBertaringβ Hadapi Miguel Gracia
6 Pemain Kunci Barcelona untuk Musim UCL 2024/2025
Dorong Kemandirian Nelayan, Walu Kota Ambon Salurkan Bantuan Alat Tangkap Kepada 12 KUB
Miliki Empat Sekolah Tinggi, YPT-RLS Akan Miliki Universitas