Taborat Minta Kadis Ketapang Siapkan Peta Ketahanan Pangan Lokal
“Sebenarnya saya minta peta dari ketahanan pangan lokal disiapkan, supaya ketika program dari masing-masing daerah yang tentu dengan ciri khasnya punya keunikan pangan lokal, itu saja yang didahulukan,” kata Andreas Taborat. Anggota Komisi II sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menyampaikan bahwa pangan lokal yang unggul dari setiap kabupaten/kota tentu berbeda. Dia mencontohkan, Pulau Seram unggul dengan sagu.
Sedangkan di Pulau Buru sudah pasti yang unggul persawahan. Sementara di Wetar dan bagian tenggara Maluku pada umumnya lebih dominan umbi-umbian, jagung dan lainnya. Taborat menyarankan agar setiap daerah atau pulau menghidupkan pangan lokalnya, sehingga Dinas Ketapang Provinsi Maluku cukup berkonsentrasi ke hal itu saja.
“Petanya juga belum ada. Geografis kita kepulauan. Pulau-pulau ini belum ada peta pangan lokalnya.
Beras datang dari luar. Tetapi karena beras ini kadang-kadang kurang, ya saya kira produksi pangan lokal perlu ditingkatkan,” katanya penuh penekanan. Menurutku dia, jika pangan lokal dihidupkan, dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat akan pasokan makanan dari luar, misalnya beras.
Untuk itu, peta keunggulan pangan lokal tersebut harus disiapkan, agar ada pembinaan bagi daerah-daerah untuk meningkatkan produktivitas. “Sehingga ketahanan pangan kita bisa lebih kuat,” tandasnya. (RA)
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Ketika Regulasi Tertidur di Jalan Suli: Komisi I DPRD Maluku Dinilai Lunak Terhadap Rindam
10 months ago
Antara Hukum dan Keselamatan: Komisi I DPRD Maluku Bahas Polemik Polisi Tidur di Suli”
10 months ago
Watubun ajak masyarakat dukung Program Presiden Prabowo
1 year ago
DPRD GMNI Maluku Gelar Konferda Ke-IV , Tegaskan Komitmen Kawal Program Pemda
1 year agoRekomendasi Untuk Anda
Telkomsel Himbau Pelanggan Waspada Penipuan Melalui Aplikasi Chatting
Gempa Bumi Dahsyat Magnitudo 8.7 Guncang Kamchatka, Rusia — BMKG: Waspada Potensi Tsunami di Wilayah Indonesia
SKK Migas Raih Peringkat Gold ASRRAT 2025
Realisasi Program OPD Ambon Masih di Bawah 30 Persen, DPRD Soroti Kinerja dan Armada Damkar Hibah