AmbonToday
Menu Utama

Tual Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi, Wali Kota Siapkan Strategi Hadapi Dampak Geopolitik Global

O

Oleh: Olvi

Sunday, 24 May 2026 | 00:33 WIT

Bagikan:
Tual Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi, Wali Kota Siapkan Strategi Hadapi Dampak Geopolitik Global
Ambon today. com_Ambon, 23 Mei 2026 β€” Pemerintah Kota Tual kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih penghargaan sebagai daerah terbaik dalam pengendalian inflasi untuk kategori kota kecil. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Award Pemerintah Terbaik Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Wali Kota Tual, Ahmad Yani Renuat, mengatakan penghargaan itu menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global dan Tual Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi, Wali Kota Siapkan Strategi Hadapi Dampak Geopolitik Global TUAL, 23 Mei 2026 β€” Pemerintah Kota Tual kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih penghargaan sebagai daerah terbaik dalam pengendalian inflasi untuk kategori kota kecil. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Award Pemerintah Terbaik Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Wali Kota Tual, Ahmad Yani Renuat, mengatakan penghargaan itu menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global dan nasional.

β€œUntuk tingkat kota, Kota Tual mendapat penghargaan terbaik pertama dalam pengendalian dan penanggulangan inflasi. Sementara untuk tingkat kabupaten di Maluku Tenggara memperoleh posisi terbaik ketiga,” ujar Ahmad Yani Renuat saat memberikan keterangan di Santika Hotel, Sabtu (23/5/2026). Ia menjelaskan, sebelumnya pada akhir tahun 2025 Kota Tual juga diumumkan sebagai peringkat pertama nasional kategori kota kecil se-Indonesia dalam pengendalian inflasi.

Namun pada tahun 2026, penilaian dibagi berdasarkan regional agar persaingan lebih seimbang sesuai kemampuan keuangan daerah masing-masing. Adapun wilayah regional yang diperlombakan meliputi Provinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. β€œPak Menteri menyampaikan bahwa daerah tidak mungkin disamakan dengan kota-kota yang memiliki APBD besar, sehingga pembagian regional dilakukan agar kompetisi lebih berimbang,” katanya.

Meski berhasil meraih penghargaan, Pemerintah Kota Tual tidak ingin berpuas diri. Menurut Ahmad Yani, tantangan pengendalian inflasi ke depan akan semakin kompleks karena dipengaruhi kondisi geopolitik internasional dan kebijakan ekonomi global. Karena itu, Pemkot Tual mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, salah satunya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sektor pertanian.

β€œKita harus mampu meningkatkan produksi pertanian dan sektor-sektor pertumbuhan lainnya sebagai langkah menghadapi dampak geopolitik internasional maupun kebijakan nasional terhadap ekonomi daerah,” ujarnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan menekan inflasi, pengangguran, dan kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat serta dukungan pemerintah provinsi dan pusat.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani juga mengungkapkan bahwa awalnya Pemerintah Kota Tual dijanjikan penghargaan sebesar Rp5 miliar setelah menjadi peringkat pertama nasional pada 2025. Namun pada 2026, pemerintah pusat memutuskan membagi penghargaan hingga juara ketiga guna meningkatkan semangat daerah lain. Akibat kebijakan tersebut, dana penghargaan yang diterima Kota Tual berkurang menjadi Rp3 miliar.

Meski demikian, ia memastikan anggaran penghargaan tersebut akan digunakan secara tepat sasaran untuk mendukung program pengendalian inflasi. β€œDana award itu akan dimanfaatkan untuk distribusi barang, memperkuat sektor produksi, dan memperluas area pertanian guna menekan arus inflasi di daerah. Tidak digunakan untuk kepentingan lain,” tegasnya.

β€œUntuk tingkat kota, Kota Tual mendapat penghargaan terbaik pertama dalam pengendalian dan penanggulangan inflasi. Sementara untuk tingkat kabupaten di Maluku Tenggara memperoleh posisi terbaik ketiga,” ujar Ahmad Yani Renuat saat memberikan keterangan di Santika Hotel, Sabtu (23/5/2026). Ia menjelaskan, sebelumnya pada akhir tahun 2025 Kota Tual juga diumumkan sebagai peringkat pertama nasional kategori kota kecil se-Indonesia dalam pengendalian inflasi.

Namun pada tahun 2026, penilaian dibagi berdasarkan regional agar persaingan lebih seimbang sesuai kemampuan keuangan daerah masing-masing. Adapun wilayah regional yang diperlombakan meliputi Provinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. β€œPak Menteri menyampaikan bahwa daerah tidak mungkin disamakan dengan kota-kota yang memiliki APBD besar, sehingga pembagian regional dilakukan agar kompetisi lebih berimbang,” katanya.

Meski berhasil meraih penghargaan, Pemerintah Kota Tual tidak ingin berpuas diri. Menurut Ahmad Yani, tantangan pengendalian inflasi ke depan akan semakin kompleks karena dipengaruhi kondisi geopolitik internasional dan kebijakan ekonomi global. Karena itu, Pemkot Tual mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, salah satunya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sektor pertanian.

β€œKita harus mampu meningkatkan produksi pertanian dan sektor-sektor pertumbuhan lainnya sebagai langkah menghadapi dampak geopolitik internasional maupun kebijakan nasional terhadap ekonomi daerah,” ujarnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan menekan inflasi, pengangguran, dan kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat serta dukungan pemerintah provinsi dan pusat.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani juga mengungkapkan bahwa awalnya Pemerintah Kota Tual dijanjikan penghargaan sebesar Rp5 miliar setelah menjadi peringkat pertama nasional pada 2025. Namun pada 2026, pemerintah pusat memutuskan membagi penghargaan hingga juara ketiga guna meningkatkan semangat daerah lain. Akibat kebijakan tersebut, dana penghargaan yang diterima Kota Tual berkurang menjadi Rp3 miliar.

Meski demikian, ia memastikan anggaran penghargaan tersebut akan digunakan secara tepat sasaran untuk mendukung program pengendalian inflasi. β€œDana award itu akan dimanfaatkan untuk distribusi barang, memperkuat sektor produksi, dan memperluas area pertanian guna menekan arus inflasi di daerah. Tidak digunakan untuk kepentingan lain,” tegasnya.( O. l )

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!