Ambon Jadi Teladan Nasional: BPIP Luncurkan Buku Teks Pendidikan Pancasila untuk Guru dan Siswa
Lebih dari 300 guru dari jenjang SD hingga SMP se-Kota Ambon hadir dalam acara yang sarat semangat kebangsaan ini. Acara dibuka langsung oleh Kepala BPIP RI, Prof. Drs.
KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph. D, dan turut dihadiri oleh Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk anggota Dewan Pengarah dan Pakar BPIP, Forkopimda, hingga jajaran OPD Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Prof. Yudian menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan bersatu. βPancasila bukan sekadar dokumen sejarah.
Ia adalah pedoman hidup yang harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan formal,β ujarnya. Ia menambahkan, sejak tahun 2022, Pancasila telah ditetapkan sebagai kurikulum wajib sesuai PP Nomor 4 Tahun 2022. Bahkan, BPIP mendorong agar mata pelajaran ini masuk dalam ujian nasional sebagai upaya serius memperkuat pemahaman ideologi bangsa di kalangan pelajar.
Sebagai bagian dari langkah strategis, BPIP juga telah meluncurkan 24 Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila pada 2023 β 12 buku untuk guru dan 12 buku untuk siswa dari jenjang PAUD hingga SMA. Buku-buku ini telah disahkan melalui SK Menteri Dikbudristek dan tersedia dalam format digital agar mudah diakses oleh seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyambut baik inisiatif BPIP ini.
Ia menyebut bahwa Kota Ambon, yang pernah melewati fase konflik sosial, kini tumbuh menjadi kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persatuan melalui semangat Pela Gandong β warisan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. βPendidikan Pancasila adalah kunci untuk mencetak generasi yang memiliki karakter kuat dan jiwa kebangsaan yang kokoh. Kami siap menjadi garda terdepan dalam menginternalisasikan Pancasila di sekolah dan masyarakat,β ujar Wattimena.
Sementara itu, Deputi Hubungan Antar Lembaga BPIP, Ir. Prakoso, M. M., melaporkan bahwa di Kota Ambon terdapat 585 satuan pendidikan formal, dari PAUD hingga SMA/SMK dan SLB.
Ia menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran Pancasila yang dialogis dan kontekstual, bukan sekadar menghafal. βGuru adalah fasilitator utama dalam membangun pemahaman Pancasila yang relevan dengan tantangan zaman. Buku teks ini adalah alat penting dalam proses itu,β katanya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi program Training of Trainers (ToT) melalui pelatihan Maeswara β sebuah program yang dirancang untuk melatih para guru sebagai pelatih ideologi Pancasila di lingkungan sekolah. Menutup acara, Prof. Yudian menyampaikan harapannya agar Ambon menjadi role model nasional dalam menghidupkan Pancasila.
βAmbon adalah kota musik, kota toleransi, dan kota keberagaman. Nilai Pela Gandong adalah bukti nyata bahwa Pancasila hidup di tengah masyarakat kita,β tutupnya. Acara ditutup dengan sesi dialog interaktif, memberikan kesempatan bagi para guru untuk berbagi pandangan dan menggali strategi implementasi Pendidikan Pancasila yang lebih efektif dan menyentuh kehidupan nyata para peserta didik.( o. l )
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Hari Lansia Nasional, Ambon Perkuat Komitmen Wujudkan Lansia Sehat dan Produktif
2 months ago
Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Persatuan, Ambon Diajak Tunjukan Sportivitas Kepada Dunia
3 months ago
Ambon Bersih Dimulai dari Warga, BNI Serahkan 10 TPS untuk Kota Sehat
3 months ago
Ambon Siapkan Sanksi Tegas untuk Pelanggar Aturan Sampah
3 months agoRekomendasi Untuk Anda
Perhatikan! 4 Saran Penting Memilih Mobil bagi Keluarga Muda
Risakotta, Hasil Evaluasi Prolegnas Oleh DPR RI dan Pemerintah Berdampak Baik Bagi Dunia Usaha
GMBK Gelar Diskusi Kupas Tuntas Dampak Pandemi Terhadap Masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya
Jelang Nataru, Warga Wainitu Rebutan Bapok
UHC Capai 98 Persen, Kota Ambon Raih Penghargaan