ASRIYADI TOMIA TEKANKAN PERAN GOLKAR SEBAGAI KEKUATAN SOLUTIF DI BURU SELATAN
Dalam sambutannya, Asriyadi menekankan bahwa Musda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis lima tahunan bagi partai politik untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi organisasi. βMusda ini adalah hajatan penting partai politik yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Ini menjadi ruang untuk memperkuat organisasi dan merumuskan arah perjuangan ke depan,β ujarnya.
Ia juga mengenang pelaksanaan Musda sebelumnya yang digelar di tempat yang lebih sederhana. Kini, menurutnya, terdapat kemajuan signifikan baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipasi kader. Lebih lanjut, Asriyadi menyoroti berbagai tantangan pembangunan daerah yang dinilai semakin kompleks.
Ia menegaskan, Partai Golkar harus mampu menghadirkan gagasan konkret yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Salah satu isu utama yang disoroti adalah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, langkah penghematan memang penting untuk menjaga stabilitas fiskal, namun tidak boleh mengorbankan pelayanan publik.
βKita harus memastikan efisiensi tidak berdampak pada penurunan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat,β tegasnya. Selain itu, persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi sorotan serius. Asriyadi mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.
Ia menjelaskan, kebutuhan BBM di Buru Selatan tergolong tinggi, terutama di wilayah yang bergantung pada transportasi laut seperti Kecamatan Kepala Madan, Leksula, dan Ambalau. βKelangkaan BBM ini menjadi keluhan utama masyarakat. Kami mendorong pemerintah pusat untuk menambah kuota BBM di Buru Selatan,β katanya.
Di sektor infrastruktur, Asriyadi menilai masih banyak wilayah yang belum terhubung secara optimal. Keterbatasan akses jalan dan jembatan dinilai menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi daerah. βPembangunan infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi fondasi utama pertumbuhan ekonomi.
Kita harus memastikan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi,β ujarnya. Ia juga mendorong implementasi program hilirisasi di daerah, khususnya pada komoditas unggulan seperti kelapa. Menurutnya, Buru Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan industri turunan kelapa, seperti pabrik minyak kelapa, yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi.
βHilirisasi akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,β jelasnya. Di sisi internal partai, Asriyadi menekankan pentingnya penguatan kaderisasi dan sistem organisasi yang modern, transparan, serta akuntabel. Ia mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas dan mengedepankan semangat kebersamaan.
βMusda ini harus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas, menghilangkan sekat perbedaan, dan menyatukan langkah dalam semangat kekaryaan,β katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika politik serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam setiap proses pengambilan keputusan. Menutup sambutannya, Asriyadi menyampaikan harapan agar Musda dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Partai Golkar dan masyarakat Buru Selatan.
Ia kemudian mengundang Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, untuk memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Musda. [Nar'Mar]
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
PMII Bursel Soroti Dugaan Pelanggaran Lingkungan Proyek RSUD Salim Alkatiri, Pemda Diminta Berani Bertindak
3 weeks ago