Eco Enzyme Inovasi Produk bagi Program CSR Pertamina DPPU Pattimura
Dari total volume sampah itu, 60 persen penyumbangnya adalah sampah rumah tangga termasuk sampah organik. Oleh karena itu, kegiatan Pelatihan Inovasi dan Diversifikasi Produk Bank Sampah Organik digelar bagi penerima manfaat program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pattimura di Dusun Air Manis, Desa Laha, Teluk Ambon, Kota Ambon, Rabu (8/9/2021). Operation Head Pertamina DPPU Pattimura, Tengku Nazwar mengungkapkan, tujuan digelarnya kegiatan ini agar peserta tidak lagi membuang sampah organiknya, melainkan mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai terutama dalam mendukung kebutuhan rumah tangga.
Adapun pelatihan ini melibatkan tiga penerima manfaat program CSR, yakni Bank Sampah Bumi Lestari Maluku, Paud Sadar Lingkungan, dan Desa Tangguh Bencana (Destana). βKita pendekatan sekitar lingkungan kerja, membantu masyarakat sekitar untuk bisa menjalankan program yang mereka tekuni kita bantu untuk pengembangannya,β ucap Nazwar. Kata dia, pihaknya telah melakukan pendampingan bagi kelompok penerima manfaat program CSR Pertamina sejak 2019 lalu.
Diharapkan, melalui pendampingan yang dilaksanakan pihaknya, pengetahuan peserta dapat meningkat dan nantinya bisa dimanfaatkan secara mandiri demi kelangsungan hidup sehari-hari di masa mendatang. βHarapan ke depannya yang sudah kita bantu selama ini bisa dijalankan secara mandiri, sehingga dia dapat berkelanjutan dan tidak berhenti sampai di situ,β sebut dia. Sementara itu, pedampingan Pertamina DPPU Pattimura ini mampu memperbarui dan meningkatkan kapasitas para penerima manfaat.
Hal ini diakui Direktur Bank Sampah Bumi Lestari, Sarti Wally. Selain pelatihan-pelatihan, bantuan berupa dana dan peralatan juga sangat mendukung jalannya Bank Sampah Bumi Lestari yang dipimpinya.β ucap Sarti. Senada dengan itu, hal serupa juga diungkapkan Fasilitator Destana, Taher Soakil.
Dia mengaku, dengan terlibat sebagai peserta dalam pelatihan tersebut, dia dapat mempelajari hal baru. Kemudian ilmu yang didapatkan dalam pelatihan tersebut akan dibagikan ke anggota kelompok lainnya. βHarapannya dalam kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan integrasi, sebagai program penambahan ilmu dan wawasan.
Kebetulan di program Destana juga ada pelatihan hydroponic. Melihat potensi dari pemanfaatan secara ekonomi dan lingkungan, kegiatan ini bisa menjadi ilmu yang dapat diterapkan ke program Destana. Secara pribadi saya sangat bersyukur bisa mendapatkan ilmu terkait dengan kompos.
Sementara eco-enzyme saya juga baru tahu ternyata seperti itu pemanfaatannya dan akan sangat bagus digunakan sebagai nutrisi bagi tanaman hydroponic,β ujar Taher. (AT-009).
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Buru Selatan Dapat Tambahan DAU Rp78,16 Miliar, Total Penyaluran KMK 198/2026 Capai Rp80,68 Miliar
3 weeks ago
Dua Laporan Polisi Warnai Polemik Pasar Kai Wait, MOANA LESNUSSA TAK CABUT LAPORAN, Kuasa Hukum Desak Pengusutan hingga Pansus DPRD Bekerja Objektif
1 month ago
Evans Alfons Tanggapi Barbara Joacqualine Imelda Alfons Mengenai Status Ahli Waris dan Putusan Pengadilan
1 month ago
Batu Badaun Legenda Kesetiaan Abadi dari Tanah Maluku
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Video Warga Minyak PLN Bocor Matikan Mangrove, Fakta yang Diabaikan dalam Upaya Mencari Solusi
Komisi II DPRD BurseL On The Spot Ke Pasar Namrole Temukan Kasus
Gaya Mewah: Selvi Ananda vs Erina Gudono di Rumah Jokowi, Kecantikan dengan Tas Hermes
PKB BurseL Gelar Muscab Kerja dan Sosialisasi Hasil Muktamar 2024: Menguatkan Langkah, Menyatukan Cita
Risakota Siap Maju Pilwakot Ambon 2024