Gegara Persaingan Dagang BBM, Purnawirawan TNI Ancam Ibu Dan Anak.
Berdasarkan keterangan yang diterima media ini lewat Suhardy Tanaya yang sebagai suami serta ayah dari korban tersebut menyampaikan bahwa, awal mula pengancaman itu disebabkan karena pesanan BBM jenis pertamax sebanyak 35 liter oleh masyarakat dari Desa Sofyanin, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar lewat lewat pesan singkat Whatsapp ke istrinya VE sebelum motor laut dari Desa Sofyanin tiba di Kota Larat. "Awalnya itu, beta (saya) punya istri dapat WA dari pembeli yang di Desa Sofyanin yang bunyi chatnya begini "Mat pagi ci, om da titip gen bensin 35 ltr tu dimotor Sofyanin, tlg isi jua." Setelah itu, ketika jiregen itu tiba di toko kami begitu juga Pak RT (Purn. TNI) yang mana sebagai salah satu agen BBM juga tiba dan mulai untuk menyerang dengan kata-kata yang tak pantas," beber Suhardy Tanaya yang lebih akrabnya di sapa Ko Ardy.
"Beliau mulai barkelahi mulut dengan menyampaikan bahwa, Cina miskin pergi pilih jiregen di pelabuhan, beli tempurung dan nanti beta bakar kamong pung toko ini. Bukan itu saja, beliau juga ancam karyawan saya akan di pukul dan dibuang ke laut apabila pergi ambel jirigen pembeli di pelabuhan," jelasnya. Ancaman tersebut, bukan baru sekali dilakukan.
Akan tetapi, sudah untuk kesekian kalinya. "Ini bukan baru satu kali, tetapi sudah kesekian kalinya. Dari ancam sopir saya pada saat pemuatan jiregen pembeli ke pelabuhan bahwa akan membakar mobil saya.
Karena, pembeli saya itu tidak perlu membayar ongkos muat karena dari awalnya itu cara pelayanan kami kepada para pelanggan kami," lanjut Ko Ardy. Akibat, ancaman dari RT tersebut, Ko Ardy dan istrinya ke Polsek Tanimbar Utara untuk melaporkan kejadian tersebut, akan tetapi Anggota Polsek menjawab bahwa hari Jumat sampai Minggu libur jadi nanti hari Senin baru kembali. Wow !
Ternyata bahwa ada hari libur untuk pelayanan pada polsek-polsek. "Saya dan istri sudah ke Polsek untuk melaporkan, akan tetapi mereka yang di polsek sampaikan bahwa hari libur dan mereka cuma foto kami dan diarahkan untuk kembali hari Senin," ungkapnya. "Kalau pada hari senin tidak ada respon dari pihak Polsek Tanut, maka saya akan ke Saumlaki untuk melaporkan ke Polres Kepulauan Tanimbar dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk melaporkan masalah ini karena korbannya Istri dan anak-anak saya." Tandas Ko Ardy Mengakhiri. (AT/BK)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
10 Sekolah di Ambon Terima Sertifikasi ISO
Puskesmas Karpan Harumkan Nama Maluku dalam Lomba Video Mobile JKN
Pattiasina Desak Dirut RSUD Bayar Jasa Covid-19
Dijatahi Lab Berjalan COVID 19 -Sekda Berharap Kab/Kota Se Maluku Jadi Perhatian