Kolaborasi Diskominfo Maluku dan Media Bahas Refleksi Pembangunan Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Maluku
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan 4 (Empat) Nara sumber Yakni Dr. Ir Syuryadi Sabarin, M. Si Plh.
Sekda Maluku, Maritje Pattiwaellapia, SE., M. Si. Kepala BPS Maluku, Rawindra Ardiansyah, Kepala perwakilan BI Provinsi Maluku dan Prof.
Dr. Teddy Christianto Leasiwal, SE., M. Si.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPATTI, yang masing β masing memberikan Refleksinya terkait pembangunan Maluku tahun 2024. Investasi Maluku Lampaui Target Dalam paparannya, Plh. Sekda menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di Maluku menunjukkan perkembangan positif. Hingga triwulan ketiga 2024, total investasi yang masuk mencapai Rp2,8 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2,4 triliun.
βKeberhasilan ini didukung oleh investasi di sektor unggulan, seperti perikanan dan pertambangan, yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah,β ujar Plh. Sekda. Selain investasi, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan transportasi laut maupun udara juga menjadi prioritas untuk mendukung aksesibilitas dan konektivitas di Maluku.
Fokus pada SDM dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Maluku juga berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengalokasikan: 20% dari APBD untuk sektor pendidikan, 10% untuk sektor kesehatan. βKami ingin menciptakan SDM unggul yang mampu bersaing dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Ketahanan pangan dan energi juga menjadi perhatian utama,β jelasnya.
Tantangan dan Solusi Pembangunan Meskipun menunjukkan capaian positif, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi kendala dalam pembangunan. Dengan total APBD sebesar Rp3 triliun, sekitar 50% anggaran terserap untuk gaji dan tunjangan. βUntuk itu, kami terus mendorong masuknya investor.
Contoh nyata adalah pembangunan rumah sakit oleh Siloam, yang sepenuhnya dibiayai oleh pihak investor,β tambahnya. Harapan untuk Pertumbuhan yang Inklusif Dalam sesi diskusi, Kepala BPJS Maluku menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus disertai dengan pemerataan manfaat, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya secara langsung. βPertanian, yang berkontribusi 23,7% terhadap ekonomi Maluku, masih tumbuh lambat di angka 4,4%.
Sebaliknya, sektor industri tumbuh hingga 10%, meski kontribusinya hanya 6β7%. Pemerataan perlu menjadi fokus kita bersama,β katanya. Kesepakatan Bersama Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku. Diskominfo Maluku berharap forum ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, media, dan pemangku kepentingan lainnya. βSemoga sinergi ini dapat terus terjalin demi kemajuan Provinsi Maluku,β tutup Plh.
Sekda.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Buru Selatan Dapat Tambahan DAU Rp78,16 Miliar, Total Penyaluran KMK 198/2026 Capai Rp80,68 Miliar
3 weeks ago
Dua Laporan Polisi Warnai Polemik Pasar Kai Wait, MOANA LESNUSSA TAK CABUT LAPORAN, Kuasa Hukum Desak Pengusutan hingga Pansus DPRD Bekerja Objektif
1 month ago
Evans Alfons Tanggapi Barbara Joacqualine Imelda Alfons Mengenai Status Ahli Waris dan Putusan Pengadilan
1 month ago
Batu Badaun Legenda Kesetiaan Abadi dari Tanah Maluku
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Babinsa Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga Jemaat Binaan
Upah Buru di Dinas DLHP Belum di Terbayarkan, Sekkot Janji Koordinasi Dengan Dinas Terkait
Optimalkan Pendapatan Daerah, Sekdaprov Wakili Gubernur Tandatangani MoU dan PKS dengan Pertamina
Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar Gelar Operasi gabungan
Purwantono Masuk Jajaran Dua Terbaik Risk Professional of The Year di Ajang ASEAN Risk Awards 2023