Namrole Bersujud: Bupati Bursel Hadiri Shalat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khidmat dalam Balutan Kebersamaan
Di kaki Gunung Koja Kamis di pertigaan jalan tepat di depan Bank Maluku, hamparan sajadah penuh dengan umat Muslim yang datang dengan hati bersih, mengenakan pakaian terbaik, membawa harapan baru selepas Ramadhan. Takbir menggema, berlapis-lapis, menyatu dengan hembusan angin laut yang lembut. Suara itu bukan sekadar lantunan, melainkan getaran iman yang menembus langit Namrole, menggetarkan jiwa-jiwa yang hadir.
Di sanalah, dalam suasana yang hening namun agung, Bupati Kabupaten Buru Selatan, La Hamidi, turut menundukkan diri bersama rakyatnya. Ia hadir bersama sang istri, Wa Uma Hamid, dan keluarga, menyapa warga dengan senyum hangatβsebuah isyarat bahwa hari itu bukan tentang jabatan, melainkan tentang kesetaraan di hadapan Sang Pencipta. Di antara ratusan jamaah yang memadati pusat Kota Namrole, tak ada sekat.
Semua berdiri sejajar, bersaf-saf, menghadap kiblat dengan hati yang sama: penuh syukur dan kerendahan. Sekretaris Daerah, Prof Ali Awan yang juga Dosen Unpati ini hadir bersama para pimpinan OPD, hingga warga dari berbagai penjuru desa datang berduyun-duyun, menjadikan alun-alun Namrole sebagai titik temu iman dan persaudaraan. Langkah-langkah kaki mereka seakan menulis sejarah kecil tentang kebersamaan di tanah Buru Selatan.
Shalat Idul Fitri dipimpin oleh Al Ustad Mahmud Mukadar sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru Selatan, H. Raba La Embo, S. Ag.
Dalam khutbahnya, pesan-pesan tentang keikhlasan, pengampunan, dan pentingnya menjaga persaudaraan bergema, menyentuh relung hati setiap jamaah yang larut dalam kekhusyukan. Di bawah naungan Gunung Koja Kamis yang kokoh, suasana ibadah berlangsung penuh hikmat. Angin yang berhembus pelan seakan membawa doa-doa naik ke langit, menyatu dengan harapan akan masa depan yang lebih damai dan sejahtera.
Namrole pagi itu bukan sekadar kota kecil di pesisir, melainkan panggung spiritual tempat manusia kembali kepada fitrahnya. Pengamanan dari Polres Buru Selatan bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan turut memastikan jalannya ibadah berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Puluhan personel berjaga, mengatur arus kendaraan dan pejalan kaki, menjaga agar kekhusyukan tak terusik oleh hiruk-pikuk dunia.
Shalat pun usai, namun maknanya tinggal lama di dada. Senyum, saling sapa, dan pelukan maaf menjadi penutup yang indah. Di tanah Namrole, di bawah kaki Gunung Koja, Idul Fitri bukan hanya dirayakanβia dirasakan, dihidupi, dan diikat erat dalam tali persaudaraan umat.
Hari itu, Namrole mengajarkan satu hal sederhana namun dalam: bahwa kemenangan sejati bukan sekadar berakhirnya Ramadhan, melainkan kembalinya manusia kepada hati yang bersih, dalam damai yang hakiki. [Nar'Mar] .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Warga Namrole Soroti Hewan Berkeliaran di Halaman Kantor Bupati Bursel
1 hour ago
Rp800 Ribu vs Rp65 Ribu per Meter, Ganti Rugi Tanah 1.950 MΒ² di Bursel Dipertanyakan
15 hours ago
Rp800 Ribu vs Rp65 Ribu per Meter, Ganti Rugi Tanah 1.950 MΒ² di Bursel Dipertanyakan
15 hours ago
Forsippman Beri 7 Hari, Desak Polres Bursel Usut Dugaan Galian C Ilegal RSUD Namrole
4 days agoRekomendasi Untuk Anda
Jasa Raharja Dukung Pemerintah Provinsi Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan
Sekot Ambon Buka Kegiatan Komunikasi Sosial Politik Jelang Pemilukada
Laratmase, Polres Kepulauan Tanimbar Diminta Jemput dan Tahan Gilang
Ingin Tahu Penataan Pasar Tradisional di Ambon, Bapemperda DPRD Kota Pasuruan Kunker ke DPRD Kota Ambon