AmbonToday
Menu Utama

OJK Maluku- Unpatti Ambon Gelar Digital Financial Literacy

Y

Oleh: Yehuda

Wednesday, 22 September 2021 | 19:40 WIT

Bagikan:
OJK Maluku- Unpatti Ambon Gelar Digital Financial Literacy
AMBON, Ambontoday. com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Universitas Pattimura menggelar Digital Financial Literacy (DFL) tahun 2021 di Kota Ambon yang dihadiri oleh Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK (Bapak Triyono) sebagai keynote speech dan diikuti sekitar 1.000 insan akademik baik Dosen maupun Mahasiswa di Kota Ambon, yang berlangsung di Aula Unpatti (Rabu, 22/9/2021). Kepala OJK Provinsi Maluku, Roni Nazra, menyampaikan pandemi COVID-19 yang berkepanjangan telah berimbas ke berbagai sektor industri termasuk perubahan perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan layanan Keuangan dari cara konvensional ke digital. Hal ini tentunya menjadi peluang bagi Financial Technology (Fintech) atau Inovasi Keuangan Digital (IKD) untuk semakin berkembang dalam memberikan solusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui teknologi. Keunggulan Fintech adalah pemberian layanan yang cepat, mudah diakses dimanapun dan kapanpun sehingga dapat menjangkau berbagai lokasi. "Fintech juga dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam rangka mempercepat digitalisasi sektor jasa keuangan guna mengakselerasi program pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi covid-19. Namun dalam proses adopsi layanan fintech tersebut masih terdapat tantangan yang besar khususnya terkait tingkat literasi layanan keuangan digital pada masyarakat Indonesia," paparnya. Ia mengakui, bedasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2019 menyebutkan bahwa tingkat inklusi keuangan digital dan tingkat literasi keuangan digital masyarakat Indonesia masih rendah yaitu 31,26% dan 36%. "Ketidakselarasan antara perkembangan layanan Keuangan digital yang massif dengan rendahnya tingkat literasi masyarakat tentunya berpotensi akan terjadinya dampak buruk diantaranya (1) perencanaan keuangan yang tidak baik, (2) tidak adanya tujuan untuk mengelola keuangan, (3) penempatan instrumen investasi yang tidak tepat, dan (4) terjebak oleh praktik investasi bodong atau Ponzi scheme," tambahnya. Menanggapi fenomena tersebut OJK telah berperan aktif dalam upaya peningkatan literasi Keuangan digital. Salah satunya adalah dengan meluncurkan program Digital Financial Literacy (DFL). Program DFL merupakan salah satu inisiatif yang dilakukan oleh OJK yang ditujukan untuk memberikan edukasi terkait layanan keuangan digital yang dikemas secara interaktif, menarik dan mudah dipahami dalam bentuk media buku, e-book, video animasi, dan games. "Target utama dari program DFL ini adalah Generasi Milenial yang memiliki potensi sebagai pengguna terbesar layanan keuangan digital," tandanya. (AT-009)

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!