Oktober 2022, Ambon dan Tual Alami Deflasi
Sementara hasil pemantauan di Kota Tual menunjukkan terjadi deflasi sebesar 1,35 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 115,00 pada September 2022 menjadi 113,45 pada Oktober 2022. Inflasi Tahun Kalender Kota Tual tercatat sebesar 2,82 persen, sedangkan inflasi Tahun ke Tahun tercatat sebesar 4,14 persen. Maka dengan itu, Selama Oktober 2022, dari 368 komoditas tercatat sebanyak 116 komoditas yang mengalami kenaikan harga dan 69 komoditas yang mengalami penurunan harga di Kota Ambon.
"10 (sepuluh) komoditas utama yang mengalami penurunan harga dengan andil terbesar terhadap deflasi Kota Ambon pada Oktober 2022 adalah kangkung (-0,2152%), cabai rawit (-0,0862%), ikan cakalang/ikan sisik (-0,0776%), sawi hijau (-0,0734%), bayam (-0,0726%), telepon seluler (-0,0673%), bawang merah (-0,0594%), cabai merah (-0,0594%), mangga (-0,0493%) dan kacang panjang (-0,0458%). Sedangkan 10 (sepuluh) komoditas utama yang mengalami kenaikan harga atau yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota Ambon selama Oktober 2022 diantaranya adalah: tukang bukan mandor (0,1523%), ikan layang/ikan benggol (0,1428%), angkutan udara (0,0847%), bensin (0,054%), sop (0,0418%), parfum (0,0326%), beras (0,0302%), susu bubuk (0,0262%), bioskop (0,026%) dan daun singkong (0,0246%). Sementara untuk Kota Tual, dari 285 komoditas tercatat 46 komoditas mengalami kenaikan harga dan 30 komoditas mengalami penurunan harga selama Oktober 2022," tuturnya.
Ia menambahkan, 10 (sepuluh) komoditas utama yang mengalami penurunan harga atau yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Tual adalah; Ikan Tongkol (-0,7609%), ikan layang/ikan benggol (-0,2442%), bahan bakar rumah tangga (-0,1496%), ikan baronang (-0,0937%), bawang merah (-0,0753%), ikan kembung/ikan gembung (-0,0746%), telur ayam ras (-0,0551%), daging ayam ras (-0,0393%), ikan bubara (-0,0338%) dan minyak goreng (-0,031%). Sedangkan 10 (sepuluh) komoditas utama yang mengalami kenaikan harga dengan andil terbesar terhadap inflasi Kota Tual selama Oktober 2022 adalah: ikan teri (0,0495%), bensin (0,0435%), cabai rawit (0,0364%), sawi hijau (0,0235%), kangkung (0,0232%), bayam (0,022%), ikan kakap putih/ikan sikuda (0,0213%), tahu mentah (0,0157%), rokok kretek filter (0,0148%) dan rokok putih (0,0115%). (AT-009).
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Buru Selatan Dapat Tambahan DAU Rp78,16 Miliar, Total Penyaluran KMK 198/2026 Capai Rp80,68 Miliar
3 weeks ago
Dua Laporan Polisi Warnai Polemik Pasar Kai Wait, MOANA LESNUSSA TAK CABUT LAPORAN, Kuasa Hukum Desak Pengusutan hingga Pansus DPRD Bekerja Objektif
1 month ago
Evans Alfons Tanggapi Barbara Joacqualine Imelda Alfons Mengenai Status Ahli Waris dan Putusan Pengadilan
1 month ago
Batu Badaun Legenda Kesetiaan Abadi dari Tanah Maluku
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
7 Ranperda Eksekutif Diterima Bapemperda
Alami Mati Mesin, 7 Orang Diselamatkan Tim SAR Tual
Ketua Terpilih KNPI Bursel Tidak Memenuhi Syarat Rekomendasi DPK