Pasar Murah Polres BurseL: Sentuhan Kepedulian di Tengah Derap Ekonomi Rakyat
Langkah ini bukan sekadar transaksi jual-beli, melainkan wujud nyata kepedulian Polri dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. Seolah menjadi oase di tengah riak kesulitan, pasar murah ini disambut antusias warga yang datang berbondong-bondong. Kapolres Buru Selatan, A.
K. B. P Andi P.
Lorena, S. I. K., M.
H., bersama jajaran utama Polres, Bhayangkari Cabang Buru Selatan, hingga personel Sat Binmas, turun langsung memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih bersahabat. Sebanyak 2 ton beras SPHP, 200 kilogram gula pasir, dan 300 liter minyak goreng yang disediakan, seketika habis diborong warga. Senyum lega merekah di wajah masyarakat, seakan rasa cemas terhadap mahalnya harga kebutuhan pokok terobati sejenak.
βKami bekerja sama dengan Bulog menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,β ujar Kapolres. Lebih dari sekadar distribusi sembako, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ruang silaturahmi, jembatan komunikasi antara polisi dan rakyat. βDengan hadir langsung di tengah masyarakat, kami ingin menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif di Buru Selatan,β tambahnya.
Di tengah kerumunan, suara seorang ibu warga Namrole terdengar lirih namun penuh makna. βSaya senang sekali, bisa beli beras bagus dengan harga murah. Apalagi langsung dari polisi, jadi lebih percaya dan tidak repot.
Terima kasih Polres Buru Selatan, semoga kegiatan ini sering diadakan,β ungkapnya sambil menggenggam erat karung beras yang baru dibelinya.
Pasar murah ini menjadi bukti bahwa kepedulian bukanlah sekadar kata, melainkan aksi nyata. Di tanah Buru Selatan, hari itu polisi hadir bukan hanya sebagai penjaga hukum, melainkan juga sebagai sahabat rakyatβmengulurkan tangan, menabur harapan, dan merajut kedekatan yang hangat.
Pasar murah yang digelar Polres Buru Selatan hari itu bukan hanya tentang beras, gula, dan minyak goreng yang berpindah tangan.
Ia adalah bahasa kepedulian, cara sederhana namun bermakna untuk hadir di tengah denyut kehidupan rakyat kecil. Semoga langkah ini tak berhenti di sini, melainkan tumbuh menjadi tradisiβtradisi kepedulian yang mengalir dari aparat kepada masyarakat, dari hati yang tulus menuju kesejahteraan bersama. Di Buru Selatan, ketika kepolisian dan rakyat berjalan seiring, yang terjaga bukan hanya stabilitas harga, tetapi juga rasa persaudaraan dan harapan bahwa hari esok akan lebih baik. [Nar'Mar] .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago