Simak Saran Saham dan Prediksi IHSG Sebelum Rilis Suku Bunga Acuan
Analis sekaligus VP Pemasaran, Strategi dan Perencanaan Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mengestimasikan bahwa BI kemungkinan besar akan mempertahankan tingkat suku bunga di posisi 5,75%. Ini disebabkan oleh tekanan yang masih dialami oleh rupiah dan untuk menjaganya. spread dengan Federal Funds Rate (FGR) yang direncanakan tetap berada di pertemuan Mei 2025. "Respons pasar kemungkinan besar akan bersifat moderat mengenai keputusan itu apabila sesuai dengan proyeksi," ujar Audi pada Ambontoday. com, Senin (21/4).
Akan tetapi, pasar cenderung bereaksi dengan baik apabila BI melakukan kebijakan pengurangan tingkat suku bunga. Jika hal ini terjadi, beberapa sektor penting seperti perbankan, telekomunikasi, serta otomotif diyakini akan mendapatkan dampak yang positif. "Meskipun begitu, kami merasakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga tetap rendah mengingat sentimen terkini," katanya.
Audi meramalkan perkembangan IHSG selama kuarter II tahun 2025 dengan tiga kemungkinan scenario. Jika melihat dari segi yang positif, IHSG diyakininya akan mencapai angka antara 6.750 sampai 6.800. Sedangkan untuk kasus tengah-tengah atau moderate, indeks tersebut diperhitungkan bakal bervariasi sekitar 6.560 hingga 6.600.
Namun apabila menganut pandangan negatif, potensi penurunan IHSG dapat menjangkau titik terendah yaitu 5.700 sampai 5.750. Maka dari itu, Audi mengimbau para investor agar mempertahankan fokusnya pada saham-saham bertahan jika kebijakan BI sejalan dengan harapan. Sebaliknya, ada pula kesempatan jangka pendek di bidang emiten-emitan yang bergerak dalam produksi dan penjualan emas.
Harga emas yang semakin melonjak hingga nyaris menembusi angka US$ 3.400 per ozt. troy ounce Dapat memberikan efek positif pada performa finansial perusahaan yang bersangkutan.Β Β Audi merekomendasikan buy beberapa saham yang perlu diperhatikan untuk jangka waktu lama antara lain PT Bank Central Asia Tbk ( BBCA) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR ) dengan sasaran harga masing-masing sebesar Rp 9.250, Rp 5.450, dan Rp 2.400 per saham.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Buru Selatan Dapat Tambahan DAU Rp78,16 Miliar, Total Penyaluran KMK 198/2026 Capai Rp80,68 Miliar
3 weeks ago
Dua Laporan Polisi Warnai Polemik Pasar Kai Wait, MOANA LESNUSSA TAK CABUT LAPORAN, Kuasa Hukum Desak Pengusutan hingga Pansus DPRD Bekerja Objektif
1 month ago
Evans Alfons Tanggapi Barbara Joacqualine Imelda Alfons Mengenai Status Ahli Waris dan Putusan Pengadilan
1 month ago