Tak Hanya Tingkatkan Ekspor Ikan Maluku, PT.RLT Juga Berdayakan Masyarakat Nelayan di 3 Provinsi
Rajawali Laut Timur (PT. RLT) telah memproduksi sebanyak 290 - 300 ton ikan hidup, dan telah mengeskspor sebanyak 210 - 215 ton Ikan Hidup jenis Kakap dan Kerapu ke negara tujuan Hongkong. Hal ini disampaikan Asisten Direktur PT.
Rajawali Laut Timur, Daniel Liauw kepada media ini, Senin 16 Desember 2024. Menurutnya, dalam tahun 2024 PT. Rajawali laut Timur sudah 15 kali eksport komoditi Ikan Hidup jenis Kakap dan Kerapu.
βDalam tahun ini kita sudah melakukan produksi dan diekspor komoditi Ikan Hidup jenis Kerapu dan Kakap sebanyak 15 kali dengan jumlah sampai pertengahan Desember saat ini sebanyak 210 - 215 ton, dan kalau kita targetkan sampai akhir Desember nanti masih ada dua kali eksport lagi, itu berarti total sebanyak 17. Sementara untuk jumlah produksi kali kita perkirakan sampai akhir Desember nanti total 300 ton Ikan Hidup yang kita produksi. Selain capaian produksi dan eksport, capaian lain yang berhasil dilakukan yakni terkait pemberdayaan nelayan.
Sampai saat ini jumlah nelayan yang dibina oleh PT. Rajawali Laut Timur sudah mencapai 7000 orang yang memiliki efek multiplayer,β jelas pria yang akrab disapa Dani ini. Dikatakan, kalau sebelumnya jumlah nelayan yang dibinaa oleh PT.
Rajawali Laut Timur hanya berada di Provinsi Maluku dan Maluku Utara maka sekarang pihaknya sudah mencoba melebarkan sayap binaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat nelayan di Provinsi Papua. βKali ini kita sudah mencoba untuk melebarkan sayap pemberdayaan masyarakat nelayan di Papua dan syukur Puji Tuhan masyarakat nelayan di sana juga sudah turut merasakan topangan dan binaan kami dimana implikasinya adalah peningkatan pendapatan masyarakat nelayan. Kalau sebelumnya kita hanya punya binaan di Maluku dan Maluku Utara, namun sebagai bagian dari mitra pemerintah, dunia usaha juga memiliki tanggungjawab dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran dengan memberdayakan masyarakat nelayan yang ada di Papua.
Untuk itulah kita hadir disana sebagai bagian dari peran dunia usaha dalam mengurangi angka pengangguran dan menciptakan peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan, dan kami pastikan bahwa nelayan yang menggeluti tangkapan ikan hidup itu kesejahteraannya meningkat,β ungkap Liauw. Dani menjelaskan, terkait dengan mutu produk yang dieksport tentunya menjadi perhatian utama bagi pihaknya dalam menjamin standar mutu dengan melakukan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB), hal ini mencakup bentuk control dan survilance yang dilakukan oleh lembaga terkait itu sangat ketat. βBentuk control lembaga terkait ini memang boleh dibilang mempermudah kami sebagai pelaku usaha tetapi bentuk kontrolnya tetap diperketat.
Bagi saya hal ini sangat berpengaruh banyak terhadap pelaku usha, karena dimana-mana kita bilang daya saing pasti berkaitan dengan kualitas produk yang kita punya. Percuma kita menghasilakn banyak tetaapi kualitas produk yang kita hasilkan itu tidak mampu bertahan sampai ke negara tujuan eksport. Untuk itu, dengan adanya sertifikasi CKIB itu kita merasa sangat terbantu, karena ikan-ikan yang kmi produksi bisa terbebas dari hama penyakit ikan, sehingga kami juga bisa tahu mutu dan kualitas produk kami sebelum dieksport,β bebernya.
Dirinya berharap, dengan kerjasama yang baik serta dukungan dari pihak pemerintah terkait kepda kami pelaku usaha maka kedepan jumlah produksi kami ini terus meningkat agar kami juga dapat memberdayakan masyarakat yang lebih banyak lagi. Selain masyarakat nelayan di Papua, kami juga berencana untuk memperluas upaya pemberdayaan masyarakat nelayan di provinsi lainnya. Untuk itu kepada pemerintah agar tidak mempersulit kami juga ketika kami ingin mengembangakn usaha ini.
βKami harap pemerintah juga bersama kami memngembangkan usaha ini, dan sebagai pelaku usaha kami juga memiliki kewajiban dalam membantu pemerintah seperti pemberdayaan masyarakat nelayan. Jangan seungka menegur kami jika ada yang salah atau kurang, jika itu terkait aturan dan regulasi maka ingatkan kami sehingga kami bisa memenuhi semua itu demi kemajuan bersama,β tutup Dani. (AT008)Β
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Aplikasi 'SemuaNews' diluncurkan JMSI
Olivir Srue : Visitasi Akhir UNLESA dari Kemendikbudristek RI Segerah Dilaksanakan
Dugaan Korupsi Pertangungjawaban Fiktif BTT di APBD KKT 2020 Resmi di Laporkan
Pemkot Ambon Akan Tertibkan Pasar Mardika Mulai 28 April, Besok Tim Lakukan Sosialisasi
Sidang Gugatan Terhadap Penetapan Wali dan Hak Jual Warisan di PN Ambon Diawasi Komisi Yudisial