Bangkitkan Akselerasi Perluasan Akses Keuangan: Tpakd Kabupaten Buru Gelar Rapat Pleno
Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Buru yang diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nawawi Ibrahim Tinggapy menekankan pentingnya akses keuangan yang inklusif sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah. "Kami berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Buru. Akses keuangan yang lebih luas akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Pelaksanaan Rapat Pleno TPAKD bertujuan untuk merumuskan program kerja peningkatan akses Keuangan yang akan dilaksanakan pada tahun 2024, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan dan stakeholder lainnya yang tergabung dalam TPAKD Kabupaten Buru, antara lain:
- Menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan dalam rangka pemerataan ekonomi dan kemandirian daerah, mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif antara lain untuk mengembangkan UMKM, usaha rintisan (start up business) dan membiayai pembangunan sektor prioritas.
- Mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, dan
- Melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan akses keuangan di daerah.
Selanjutnya, Mattitaputty menggarisbawahi peran penting TPAKD dalam upaya peningkatan kesejahteraan ini dapat dilakukan dengan berbagai program prioritas dan inisiatif Pemerintah Daerah termasuk program kerja kolaborasi antar OPD melalui TPAKD Kabupaten Buru, yang siap didukung penuh oleh OJK. Kolaborasi program kerja antar OPD ini akan lebih memberikan daya dorong yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buru. Hasil rapat pleno TPAKD Kabupaten Buru akan memprioritaskan penguatan kapasitas kepada para pelaku UMKM yang membutuhkan pendampingan dan peningkatan literasi keuangan dalam hal pengelolaan keuangan usaha yang lebih baik.
Selain itu, harapan terhadap program kerja TPAKD dari anggota tim salah satunya Dinas Perikanan yang saat ini melihat potensi budidaya perikanan nila melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian memberikan dampak ekonomi bagi petani dan nelayan Rektor Universitas IQRA Buru juga menyampaikan pentingnya kolaborasi OJK, BI dan Lembaga Pendidikan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi keuangan kepada Gen Z dan milenial menjadi hal penting yang harus menjadi bagian dari program kerja TPAKD Buru. Kepala OJK Provinsi Maluku, Roni Nazra selaku Pengarah TPAKD, pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa TPAKD merupakan forum koordinasi yang sangat penting bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam percepatan akses keuangan di daerah, guna mendorong. peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung kemandirian daerah dan ke depan perluasan akses Keuangan membutuhkan strategi dan inovasi yang tepat agar masyarakat dapat lebih memahami dan memiliki akses seluas-luasnya ke produk jasa keuangan.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Buru Selatan Dapat Tambahan DAU Rp78,16 Miliar, Total Penyaluran KMK 198/2026 Capai Rp80,68 Miliar
3 weeks ago
Dua Laporan Polisi Warnai Polemik Pasar Kai Wait, MOANA LESNUSSA TAK CABUT LAPORAN, Kuasa Hukum Desak Pengusutan hingga Pansus DPRD Bekerja Objektif
1 month ago
Evans Alfons Tanggapi Barbara Joacqualine Imelda Alfons Mengenai Status Ahli Waris dan Putusan Pengadilan
1 month ago
Batu Badaun Legenda Kesetiaan Abadi dari Tanah Maluku
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Sukron Somar: Polres Maluku Tenggara Lamban Dalam Penanganan Kasus Ijasah Palsu.
Ambon Menuju Kota Tangguh Bencana, Ronald Lekransy Buka Rapat Kerja I FKMSB
Dinas ESDM Maluku Gelar Rakor Sektor Energi dan SD Mineral
Guncangan Bumi Kembali Sentuh Maluku Tengah, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspada
Penjualan Pempis Acidula, BKSDA Maluku Dinilai Tabrak Aturan