Management Amans Hotel Minta Perhatian Pemerintah dan DPRD, Alihfungsi Amans Hotel Banyak Karyawan Bakal di PHK
Tulukabessy, agar terbebas dari kemacetan dan tidak tampak sembrawut. Pasalnya, dengan kondisi yang terjadi saat ini membuat pihak management berencana untuk menutup usaha perhotelan dan mengalih fungsikan bangunan tersebut. Hal ini disampaikan Bos Amans Hotel, Tan Pabula, kepada media ini di Amans Hotel Selasa 23 Desember 2025.
Menurutnya, Amans Hotel ini dahulu sejak tahun 90 an merupakan Icon Perhotelan yang ada di Kota Ambon karena berada di posisi yang strategis, memiliki fasilitas dan layananan yang bagus serta menjadi titik perjumpaan yang netral ketika konflik sosial melanda kota Ambon. “Sejak mulai beroperasi di tahun Sembilan puluhan, Amans Hotel sudah menjadi salah satu hotel dengan layanan terbaik di kota Ambon karena letaknya yang strategis didukung oleh penataan tata ruang kota Ambon yang waktu itu masih tidak sembrawut seperti saat ini. Karena letaknya yang strategis didukung dengan management dan pelayanan yang baik sehingga banyak sekali kegiatan-kegiatan penting yang diselenggarakan di Amans Hotel.
Bahkan sejumlah pejabat Negara yang pernah berkunjung ke Ambon waktu itu memilih untuk nginap di Amans Hotel termasuk Presiden RI ke 5 Megawati Soekarno Putro pernah nginap di sini,” jelas Bos Amans Hotel. Dari sisi letak, lanjut Pabula, Amans Hotel berada paling strategis karena berdekatan dengan pasar dan terminal Mardika yang merupakan pusat transaksi ekonomi masyarakat setiap hari dan stasioner berbagai mobil jurusan trayek yang ada di kota Ambon. Namun seiring berjalannya waktu sampai saat ini popularitas Amans Hotel mulai pudar, tak ada lagi banyak tamu yang mau nginap, tak ada lagi berbagai kegiatan yang mau dilakukan di sini.
Penyebabnya bukan management dan pelayanan hotel atau karena banyak usaha perhotelan yang muncul di Ambon, tetapi karena penataan kawasan di sekitar Amans Hotel yang kurang diperhatikan pemerintah kota Ambon juga Pemprov Maluku sehingga mengakibatkan kemacetan di ruas jalan utama yang menjadi pintu masuk dan keluar menuju Amans Hotel yakni Jln. Tulukabessy. Selain itu, trotoar jalan yang semestinya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki sudah terisi oleh lapak-lapak pedagang sehingga ruas jalan utama harus dilalui bukan hanya oleh kendaraan tetapi juga pejalan kaki yang mengakibatkan kemacetan setiap hari.
“Dengan kondisi ini, tentu akan mempengaruhi minat orang untuk datang menginap di Amans Hotel karena kondisi jalan yang macet serta hilangnya fungsi jalan dan trotoar dan juga pemandangan dari luar dan dalam areal hotel yang sudah terhalang oleh lapak-lapak pedagang. Berkurangnya minat orang menginap di Aman hotel tentu sangat mempengaruhi management hotal dalam pengelolaan, karena begitu besar biaya operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pemasukan yang diterima. Kami sudah pernah menyurati Pemerintah Kota Ambon maupun DPRD Kota Ambon untuk memperhatikan hal ini, namun sampai saat ini tak ada satu surat pun yang diresponi.
Dengan kondisi yang kami alami saat ini maka kami berencana jika tidak ada perhatian Pemerintah dan DPRD, maka dalam waktu dekat kami akan menutp usaha perhotelan ini dan mengalih fungsikan gedung. Kami berencana untuk melakukan alihfungsi gedung ini setelah selesai perayaan Idul Fitri tahun 2026 nanti, dan sudah pasti ada begitu banyak karyawan yang akan kami PHK kan dan itu akan menambah jumlah pengangguran di Kota Ambon,” ungkap Tan Pabula. Menurutnya, alihfungsi gedung dan PHK karyawan ini dilakukan usai perayaan Idul Fitri 2026 dikarenakan, pihak management masih memberikan kesempatan kepada para karyawan untuk merayakan hari besar keagamaan mereka dalam status masih bekerja dan memiliki upah kerja.
Untuk itu, dirinya meminta adanya perhatian serius Pemerintah Kota dan DPRD Kota Ambon serta Pemprov Maluku atas persoalan yang dihadapi saat ini. Pihak menagement hotel juga sangat menyayangkan biaya pemasangan Rambu lalu lintas di lorong Yoshiba oleh Dishub kota Ambon yang dibebankan kepada management Amans Hotel, sayangnya, satu bulan kemudian marka jalan sudah rusak dan berapa bulan kemudian sudah hilang, tentu hal tersebut sangat mengecewakan kami, jelas Tan Pabula. (AT)
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin Tumbang
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
OJK Maluku Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan Bagi Ibu Rumah Tangga dan Pelaku Usaha Mikro di Ambon Manise
Kerjasama PT.Garuda Indonesia Cabang Ambon dan Pemprov Maluku Masih Berlanjut
PT ANGKASA PURA I CABANG BANDAR UDARA PATTIMURA AMBON GELAR AIRPORT EMERGENCY AND SECURITY COMMITE MEETING
Distan Maluku Dukung Ekspor Pala ke Belanda , PT. Kamboti Eksportir yang Mengedukasi Petani
Banyak Temuan, DPRD KKT Tolak LPJ APBD 2020