NTP Maluku Alami Penurunan 0,89 Persen
Penurunan NTP disebabkan oleh indeks harga hasil produksi pertanian (It) yang tercatat turun sebesar 0,64 persen dan peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,26 persen. "Penurunan NTP pada Desember 2022 disumbangkan oleh turunnya NTP pada empat subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan (-1,34 persen), subsektor Hortikultura (-1,77 persen), subsektor tanaman perkebunan rakyat (-0,66 persen) dan subsektor perikanan (-0,53 persen)," kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi di Ambon, Selasa (3/1/2023). Lanjutnya, subsektor peternakan mengalami peningkatan NTP sebesar 0,08 persen.
Selain itu, Perubahan tertinggi terjadi pada Subsektor Perikanan yang meningkat sebesar 8,18 persen. "NTP Januari-Desember 2022 tertinggi terjadi pada Subsektor Perikanan yakni sebesar 114,62 dan terendah terjadi pada Subsektor Tanaman Pangan yakni sebesar 94,50,βjelasnya. Oleh karena itu, NTP Provinsi dari 34 provinsi, sebanyak 23 provinsi mengalami peningkatan NTP dan 11 provinsi mengalami penurunan NTP.
Peningkatan NTP terbesar pada Desember 2022 terjadi di Provinsi Nusa. βTenggara Barat yaitu sebesar 2,26 persen, sedangkan penurunan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yaitu sebesar 2,47 persen. Pada Desember 2022 Provinsi Maluku berada di urutan ke-20.
Ia menyebutkan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) pada Desember 2022, NTUP turun sebesar 1,91 persen dibandingkan November 2022. βEmpat subsektor mengalami penurunan NTUP. Penurunan tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,64 persen, Tanaman Pangan 2,10 persen, Holtikutura sebesar 1,66 persen, perikanan 0,40 persen, dan peternakan 0,18 persen,βjelasnya. (AT-009).
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait