Pemkot Gelar Pembentukan FPK Kota Ambon Tahun 2023
"Di dalam keberagaman itu, maka atas perasaan senasib sepenanggungan di tanah perantauan maka dibentuk paguyuban- paguyuban warga dari daerah. Berdasarkan data yang didapatkan sampai dengan akhir Tahun 2022 kurang lebih sudah ada 23 paguyuban yang terbentuk di Kota Ambon," ucapnya. Untuk itu, pemerintah tentunya sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas terbentuknya paguyuban warga perantauan yang ada di Kota Ambon, karena Kota Ambon adalah kota yang terbuka untuk semua suku.
"Itu berarti seluruh warga Kota Ambon memiliki kewajiban yang sama dalam setiap upaya yang dilakukan untuk membangun dan memajukan Kota Ambon serta memiliki hak yang sama menikmati hasil dari proses pembangunan yang dilakukan," cetusnya. Menurutnya, Meski di Kota Ambon ini banyak sekali memiliki paguyuban warga dari etnis tertentu, namun secara khusus belum ada forum atau wadah tempat berkumpul paguyuban atau keluarga besar warga etnis nusantara di Kota Ambon, padahal tersebut telah diamanatkan dalam Permendagri Nomor 34 Tahun 2006 tentang pembentukan forum pembaruan kebangsaan atau FPK dan di tingkat provinsi forum ini sudah terbentuk. "Oleh sebab itu, Kota Ambon juga perlu membentuk FPK yang diawali dengan kegiatan sosialisasi.
Pelaksanaan FPK guna mengintegrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat, istiadat, seni budaya, pendidikan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras suku dan etnis yang ada dalam negeri NKRI," jelasnya. Hal ini tentunya menjadi yang penting dan strategis sebagai komitmen bangsa dalam rangka mengukuhkan semangat kebhinekaan agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga, karena disadari mulai melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa yang ditandai dengan mudahnya masyarakat terprovokasi dan termakan isu-isu yang menyesatkan merupakan salah satu potensi konflik yang harus diantisipasi karena dapat merancang keutuhan bangsa dan negara. Olehnya itu, kebhinekaan yang tercipta salah satunya melalui pembaruan kebangsaan menjadi modal utama dalam pembangunan bangsa juga sekaligus menjadi senjata utama untuk meredam potensi-potensi konflik.
"Pembaruan kebangsaan bukanlah sesuatu yang baru di Provinsi Maluku dan Kota Ambon sebagai pusat perdagangan dunia di masa lalu. Masyarakat Maluku sudah menerima kedatangan bangsa-bangsa asing sejak lama, misalnya bangsa Arab, Portugis dan lainnya," tuturnya. Lanjutnya, sudah sejak lama masyarakat Maluku memiliki tradisi kekeluargaan yang sangat kuat yakni budaya villa gandum yang sudah berakar yang memiliki peran besar untuk meningkatkan berbagai perbedaan demi menuju pada terciptanya kekurangan dan kedamaian di atas persatuan serta kesatuan termasuk dalam hidup berdampingan dengan suku atau etnis lainnya.
"Oleh sebab itu dalam suasana yang penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan ini saya mengerjakan seluruh warga paguyuban warga Indonesia di Kota Ambon agar dapat terus mendukung semua agenda dan program kerja pemerintah kota termasuk pembentukan FPK," tandasnya. (AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Truk Loging Milik Raja Kayu Maluku Hantam Jalan Nasional, Warga Geram!
Kanim Kelas I TPI Ambon Klarifikasi TKA Saat Tiba di BulaΒ
Lestarikan budaya berbahasaΒ tanimbar sebagai salah satu kearifan lokal
Riyadi : Secara YoY, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2022 Terhadap Triwulan IV 2021 Sebesar 5,73 Persen