Pemkot Ambon Hadirkan Solusi Lewat Program WAJAR: Rakyat Bicara, Pemerintah Mendengar
Pada Jumat (11/4/2025), program ini kembali digelar dan disambut antusias oleh ratusan warga dari berbagai penjuru kota. Mereka datang dengan semangat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan harapan langsung kepada Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Wakil Walikota Elly Toisuta, Sekretaris Kota Robby Sapulette, serta seluruh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Berbagai persoalan dibahas dalam suasana dialog yang terbuka, mulai dari banjir rob, sengketa tanah, hingga persoalan pelayanan sosial dan distribusi bantuan.
Salah satu warga dari kawasan Kuda Mati mengungkapkan keprihatinannya atas bantuan sosial yang tak kunjung diterima, meski keluarganya termasuk dalam kategori kurang mampu. Di sisi lain, masyarakat dari Passo juga mengadukan masalah klaim tanah adat oleh pihak asing, yang menambah kompleksitas dalam pengurusan sertifikat lahan. Ada pula keluhan terkait dampak pembangunan infrastruktur kota yang merugikan warga sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Bodewin Wattimena menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti secara serius. Ia menyoroti perlunya reformasi dalam pelayanan air bersih yang selama ini dikelola oleh PT DSA, dan menyatakan komitmen pemerintah kota untuk mengambil alih pengelolaan agar masyarakat mendapat pelayanan yang lebih adil dan profesional. Selain itu, Walikota juga menggarisbawahi pentingnya penyelesaian konflik pengangkatan raja di negeri-negeri adat yang tertunda akibat konflik internal badan saniri.
βKami akan evaluasi dan ambil langkah tegas jika tidak ada progres nyata,β tegasnya. Program WAJAR tidak hanya menjadi sarana menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi ruang kolaboratif antara warga dan pemerintah dalam mencari solusi nyata. Dengan mengedepankan prinsip transparansi, keterbukaan, dan dialog, program ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik dan mendorong kemajuan Kota Ambon yang lebih inklusif dan partisipatif.
Melalui inisiatif ini, Pemkot Ambon membuktikan bahwa mendengar suara rakyat bukan sekadar slogan, melainkan sebuah aksi nyata dalam membangun kota yang berkeadilan dan berkelanjutan.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
DPRD Kota Ambon Umumkan Bodewin - Elly Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon Terpilih 2025-2030
Jasa Raharja Berpartisipasi dalam Kegiatan Bakti Sosial Polisi Peduli
Pekan Depan Fakultas HuKum UNPATTI Kerjasama Dengan Fakultas Hukum UnlesaΒ
Nilai Meningkat, Aru Masih Zona Merah Kepatuhan Pelayanan Publik