Pemkot Ambon Tetap Konsisten Perjuangkan Nasib Guru HonorerΒ
Demikian diungkapkan Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, usai peringatan Hari PGRI dan Hari Guru Nasional 25 November 2021 dan Islamic Center. "Paling tidak sebelum saya dan Pak Walikota mengakhiri masa jabatan kami, ini bisa menjadi tanda mata dan oleh oleh bagi para guru honorer yang selama ini memperjuangkan nasib dan berkepentingan nya untuk bisa di tetapkan menjadi ASN. Tadinya mau bersama-sama sebelum Pak Sekkot juga mengakhiri masa jabatannya, tapi mungkin tidak terkejar lagi,"terang Wawali kepada media, Kamis (25/11/2021).
Dikatakannya, untuk menjadi ASN, membutuhkan perjuangan panjang, sehingga yang diperjuangkan sekarang ini supaya guru-guru honorer bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). "Mari kita berdoa agar perjuangan bisa berhasil, sehingga walaupun belum seluruhnya, paling tidak kita bisa memberikan sesuatu buat mereka,"tandas Wawali. Hadler berharap, permasalahan tersebut bisa segera terselesaikan agar menjadi tanda mata periodenya bersama Richard bagi para guru honorer.
Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini mengusung tema βBangkit Guruku, Maju Negriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh "Guru Menolak Karena Corona. guna memotivasi masyarakat untuk semangat melawan pandemi Covid-19, sebagaimana semangat yang ditunjukkan oleh para guru yang berjuang demi keberlanjutan pendidikan di Indonesia kususnya kota Ambon Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, AG Latuheru, yang juga Ketua PGRI Kota Ambon, mengatakan, apa yang di gagas oleh Pemerintah termasuk Pemerintah Kota Ambon, maka dirinya selaku Sekkot maupun Ketua PGRI Kota Ambon, sangat mendukung . "Karena ini juga merupakan harapan dari guru guru honor agar bisa tercapai,"ungkapnya. Menurutnya, jika diperhatikan sungguh-sungguh, beberapa kali ada pernyataan sikap dari Ketua Umum dan juga surat yang di sampaikan kepada Menpan, bahkan ada surat yang di sampaikan kepada Presiden, untuk bisa memperjuangkan guru yang selama ini masih mengabdi, tetapi statusnya guru kontrak, karena mereka ada yang menolak tidak mau P3K.
Mereka mau statusnya itu PNS. " Pemerintah telah mengambil berbagai upaya . P3K ini statusnya semua sama , hanya namanya saja yang beda, tetapi haknya sama.
Tetapi ada yang maunya pegawai Negeri,"tandasnya. Latuheru menegaskan, apa yang di upayakan pemerintah Kota, juga jadi kesan dari pengurus PGRI Kota Ambon, agar sama-sama kedepan bisa menjaga guru. "Guru ini sebetulnyakan merupakan tokoh yang bisa mengantarkan kaum muda bangsa, anak didik kita untuk mengenal lebih jauh tentang ilmu pengetahuan dan teknologi ,"jelasnya.
Untuk itu, dihari PGRI dan Hari Guru Nasional 2021 ini, Latuheru mengungkapkan harapannya, yang sama dengan harapan guru pada umumnya, dimana pandemi covid-19 telah sehingga para guru berharap agar proses belajar mengajar tatap muka bisa di laksanakan, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan menjaga jangan sampai menimbulkan klaster baru. Momentum Hari Persatuan Guru Republik Indonesia ke-76 sekaligus Hari Guru Nasional ini diharapkan menjadi pembangkit kembali semangat guru di Ambon dalam situasi pandemic.(AT010)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Gunung Nunusaku Menangis, Pulau Pombo Jadi Saksi Pertikaian Dua Negeri Bersaudara
Risakota Siap Maju Pilwakot Ambon 2024
Bermain di Pantai 3 Anak Terseret Arus Gelombang
Bahas Nasib Pedagang Buah Pasar Mardika, Komisi II DPRD Gelar Rapat Koordinasi
Kapolres BurseL Pimpin Upacara Hari Pahlawan: Kobarkan Api Perjuangan di Era Baru