Ratissa, Tomasoa Berbohong Atau Fatlolon
Kepada ambontoday. com Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sekaligus Ketua DPD Partai Gelora, Sony Ratissa Rabu (27/1/2021), melalui telepon selulernya mempertanyakan ketidak terlibatnya Bupati Kepulauan Tanimbar saat Vaksinasi dilakukan. "Seharusnya Bupati Petrus Fatlolon duluan divaksinasi, untuk memberi contoh kepada masyarakat sebagai seorang kepala Daerah atau pemimpin yang baik" ujar Ratissa.
Fatlolon tidak divaksin, apakah lantaran beliau pernah terkonfirmasih Covid-19, sesuai dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar Edwin Tomasoa. "Apa Benar ya, apa yang disampaiakn Pa Tomasoa itu, bahwa Bupati Fatlolon benar Terkonfirmasih Covid-19" tanya lelaki kelahiran Desa Lelingluan ini. Lanjutnya, jika benar apa yg dikatakan Kadis Kesehatan, birarti pernyataan yang disampaiakn oleh Bupati Petrus Fatlolon dimedia online Koranlaskar. com tertanggal (7/1/2021) bahwa dirinya (Fatlolon-red) tidak sakit atau terkonfirmasi Covid-19.
"Siapa yang berbohong kepada masyarakat Kepulauan Tanimbar, apakah pa Tomasoa atau pa Bupati Petrus Fatlolon, karena kenyataannya beliau (bupati) tidak ada pada saat kegiatan vaksinasi, dengan alasan yang disampaiakn Tomasoa bahwa Bupati pernah terkonfirmasih Covid-19 jadi tidak bisah divakainasi" urai Ratissa dengan nada agak yang terdengar bingung, siapa yang mesti disalahkan. Ratissa meminta harusnya ada transparansi dari bupati Petrus Fatlolon, jika benar Bupati pernah terkonvirmasi Covid-19 sesuai pernyataan Kadinkes Kepulauan Tanimbar, sehingga masyarakat harus mengantisipasi, karena pada saat itu bupati Petrus Fatlolon ada melakukan perjalanan dinas didalam kabupaten yang bertajuk Duan Lolat ini. "Saya takut masyarakat di Desa Olilit Baru, ada yang terkonvirmasih lagi, mengingat beliau (Fatlolon) ada melayat disana dan juga beliau sempat menemui banyak tamu dikantor, ini sangat riskan" kata Ratissa.
"Saya sangat berharap kepada Kadinkes pa Tomasoa dan Bupati Petrus Fatlolon jangan main - main dengan Covid-19 ini, jika benar katakan benar jangan mempersulit masyarakat jika terkonvirmasi akibat dari kedua bapak, tugas Kedua bapak untuk memberikan eduksi kepada masyarakat, terkait bahayanya Covid-19 kepada masyarkat, bukannya memberikan kesempatan untuk Covid-19 dengan senang menyebar kemasyrakat yang tertular dari bupati, saya sangat sayangkan jika bupati benar - benar positif tetapi tetap disembunyikan" harap politisi asal Kecamatan tertua diMaluku Tenggara Raya ini. (AT/tim)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
POLRES BurseL Juara Lomba Fotografi Polri