Walikota : Bangun Menara Lonceng, Upaya Bina Spiritualitas Masyarakat
"Setiap hari minggu, Kota Ambon tenggelam dalam dentangan Lonceng Gereja yang mengingatkan kita untuk meninggalkan segala kesibukan dan memberi waktu untuk beribadah," ujar Walikota. Dikatakan, Ibadah merupakan bentuk pembinaan dan penguatan spritualitas masayarakat, yang menjadi modal berharga membangun kota Ambon, yang Sejahtera, Harmonis, dan Religius. "Dimana - mana saya sampaikan warga gereja yang baik adalah warga kota yang baik, namun warga kota yang baik belum tentu warga gereja yang baik,"ungkapnya.
Walikota mengakui, semua kemajuan yang dicapai kota Ambon tak lepas dari kontribusi warga gereja yang selalu mendukung kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. "Banyak hal yang telah kita capai namun masih banyak hal yang harus dibenahi, oleh sebab itu Pemkot perlu topangan dari seluruh warga gereja, dalam setiap langkah untuk membangun kota ini," ujarnya. Apa yang bisa dilakukan jemaat dalam menopang pembangunan, menurut Walikota adalah hal-hal sederhana yang dilakukan menurut kemampuan masing - masing.
"Bila tidak bisa memberi jangan mengambil, jika tak mengasihi terlalu sulit jangan membenci, jika tak mampu menghibur jangan membuat orang sedih, jika tidak mau memuji jangan menghina," tandasnya. Sementara itu, Anggota MPH Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Frans Papilaya, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Pembangunan Menara Lonceng menandakan dinamika dari karya Tuhan bagi jemaat GPM Benteng Karang. "Untuk itu kita perlu bersyukur karena sebagai jemaat yang direlokasi pasca konflik, terus termotivasi untuk membangun sarana pendukung termasuk pembangunan menara lonceng," kata Papilaya.
Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan menara tempat bunyi lonceng digemakan dan dikumandangkan, harus dimaknai dalam makna teologis sebagai pekerjaan yang kudus dan sebagai bentuk ekspresi iman. "Momentum pembangunan batu penjuru menara lonceng menguatkan relasi kita dan mendengar suara Tuhan, membuka telinga dan hati dalam meresponi panggilannya," tandas Papilaya. Akta peletakan batu penjuru pembangunan menara lonceng gereja Ebenhaezer, diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Sekretaris MPK Pulau Ambon Timur, Pdt.
Feby Songotnguan. Kegiatan ibadah jemaat yang turut dihadiri oleh Pimpinan OPD, Saniri Negeri, penjabat kepala pemerintahan negeri Passo serta para donatur, dilaksanakan dalam protokol kesehatan yang cukup ketat (AT/MCAMBON)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 weeks ago
Basarnas Ambon Siap Dukung Keselamatan Pariwisata di Maluku, Pemda Diminta Perhatikan Fasilitas Penunjang
1 month ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
2 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
2 months agoRekomendasi Untuk Anda
Paripurna PAW DPRD BurseL Tidak Quorum, Ketua FG Walk Out
Masih Dalam Masa Pemeliharaan, Satker PJN Wilayah 1 Tetap Prioritas Perbaikan Ruas Jalan dan Jembatan Taeno-Wakal
Di Bawah Kepemimpinan Bupati La Hamidi, Pendidikan di Kabupaten Buru Selatan Terpuruk
Jasa Raharja Hadirkan Redspot di Mandalika