Penghargaan Zakat untuk Bupati Maluku Tengah: Bedak Kosmetik di Atas Luka Hunuth
Maluku Tengah bahkan ikut memborong tiga kategori prestisius. Dari luar, seakan kabupaten ini sedang berada di puncak kejayaan. Namun masyarakat tahu, semua itu hanyalah βbedak kosmetik politikβ yang menutupi wajah kepemimpinan yang absen.
Karena sementara bupati sibuk bergaya dengan piagam, bara konflik Hunuth-Hitu masih berasap. Hunuth, yang merupakan warga Kota Ambon, telah menjadi korban penyerangan dan pembakaran oleh warga Hituβwarga Maluku Tengah yang justru berada di bawah kepemimpinan Zulkarnain. Bagaimana mungkin seorang bupati dielu-elukan atas kepeduliannya pada urusan zakat, sementara kepeduliannya pada tragedi kemanusiaan di depan mata justru tak terlihat?
Bukankah lebih mulia menyalurkan perhatian pada korban Hunuth ketimbang menyalurkan senyum di panggung penghargaan? Ironi ini menjadi bahan sindiran keras masyarakat: piagam boleh saja dipajang di dinding kantor, tetapi luka Hunuth tetap berdarah. Penghargaan boleh saja berderet, tetapi tangis korban tetap tak terhapus.
Lebih parah lagi, hingga hari ini polisi belum menetapkan satu pun tersangka pembakaran rumah warga Hunuth. Padahal bukti dan peristiwa sudah terang-benderang di mata publik. Polisi diminta bertindak transparan dan jangan membiarkan kasus ini berlarut-larut.
Rakyat menuntut keadilan, bukan janji. Kecurigaan masyarakat kian menguat karena kasus besar lain, seperti dugaan praktik ilegal oil yang disebut-sebut melibatkan oknum polisi, hingga kini juga tidak jelas ujungnya. Semua ini hanya mempertegas kesan: hukum sering kali tajam ke bawah, tumpul ke atas.
"Bupati boleh bersembunyi di balik kilau penghargaan, polisi boleh berlindung di balik seragam, tapi sejarah akan mencatat: ketika rakyat diserang, rumah dibakar, dan air mata tumpah di Hunuth, pemimpin tak hadir dan hukum tak bekerja," ujar warga kepada media ini di Ambon, Jumat 29/8/2025. Dan itulah perbedaan paling jelas antara seremonial di panggung dengan tanggung jawab di lapangan. [Nar'Mar] .
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
3 weeks ago
Dugaan Galian C Ilegal Mengarah ke Proyek RSUD Salim Alkatiri, LP-KPK Desak Polda-Kejati Usut Rantai Material
3 weeks ago
Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang Distan Maluku Fokus Proyek Irpom
3 weeks ago
Sambut HUT Ke-81 RI, MTs Ambon Gelar Beragam Lomba, Dorong Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
3 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
dr. Julianus A. Uwuratuw, Sp.B.Subsp.BD(K) & Polikarpus Lalamafu, S.Sos.,MM. Β (Calon Bupati & Calon Wakil Bupati KKT)Β 2024-2029 Mengucapkan;
KEARIFAN LOKAL TANIMBAR
Rivan A. Purwantono: AKHLAK Bukan Hanya Jargon, Tapi Telah Terinternalisasi Menjadi Kode Etik dan Tata Kelola Jasa Raharja
Ditargetkan PAD Rp212 Juta, Distan Maluku Hanya Hasilkan Rp35 Juta
Jasa Raharja dan UNPAD Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa Terkait Penanganan Gawat Darurat Korban Laka Lantas